Blokir Tiktok,Bisakah menjadi solusi ?..


Beberapa hari yang lalu pemerintah baru saja memblokir sebuah aplikasi. 
nah yang menjadi alasan dari pemblokiran aplikasi Tiktok adalah, karena makin banyak orang yang ngebuat karya yang tidak semestinya di tiktok. 



Terhitung ada beberapa kasus yang sangat menarik perhatian dari publik?. dari trending Instagram dengan Hastag #tiktok #tiktokindo dll .

dari bebarapa trending tersebut rata-rata muatan dari konten tersebut adalah lipsync atau karya yang nyleneh dan bahkan tidak jarang juga yang bersifat sange. 
Konten Sange dan Meet and Greet Tiktok
Adakah yang salah dengan MnG ?.. tentu tidak, Jika selama para penikmatnya mampu dan mau membelinya. akan tetapi yang menjadi mesalah adalah demografi dari penikmat aplikasi ini rata-rata masih dibawah umur. 



Ada beberapa Meet and Greet dengan paketan harga yang sangat tidak wajar dan nyleneh. memang sih hal yang semacam ini bisa ada karena memang ada penikmatnya?.. 

Namun menurut aku justru kreator yang baru ada di fase ini harus berhati-hati.  Karena yang seperti ini sudah sering terjadi dan banyak sekali diantara orang-orang ini tidak bisa bertahan lalu hilang begitu saja.
Seperti dulu ada Keong racun, Briptu Norman terus ada banya yang lainnya yan yang tidak bisa aku sebutkan satu-satu
Muncul ke permukaan dan Bertahan !
Kenapa konten seperti ini bisa muncul ke permukaan ?..
Jawabanya adalah mention dan share. 
ada beberapa tipe ketika orang menanggapi konten di social media. kalian bisa liat di video ini : 



ada 3 tipe Reaksi ketika orang melihat sebuah konten di social media ?.. 
  • hatters 
orang-orang dengan tipe seperti ini biasanya cenderung ngasih tau Netijen untuk tidak nonton sebuah karya yang menurut ia tidak layak untuk ditonton. yang pada dasarnya ia secara tidak sadar turut menyebarkan karya itu. Sehinggan oran justru makin penasaran dan yang tadinya tidak tau menjadi tau dan penasaran untuk nonton.
  • Membuat karya tandingan
Orang dengan tipe seperti ini cenderung gemes jika melihat konten asal-asalan di sosial media. biasanya ia cenderung kepengen membuat karya yang bisa menandingi. dan kontennya tu apa yang ia inginkan. 
  • Silent Reader
Nah kalau tipe ini adatipe penonton yang hanya ingin menikmati konten tanpa kepengen berkontribusi. 
Maksud aku adalah mau sebaik atau buruk apapun reaksi kalian terhadap konten-konten semacam ini jika reaksi kalian tetap mention ke kreator ke begini ya sama aja ?..  Justru kalian malah ngebuatin panggung gratisan untuk orang-orang semacam ini. 


Nah sekarang kita bicara soal pemblokiran tiktok. Apakah ini akan berpengaruh terhadap merebaknya konten yang asal-asalan. Terlebih di sebuah platform yang kebanyakan penikmatnya adalah anak-anak dibawah umur ?..

Menurut aku hal ini tidak akan merubah banyak hal. Karena ada beberapa pengguna tiktok yang hanya berpindah platform saja. Ada yang berpindah ke Instagram, ada yang berpindah ke musicaly dan masih banyak lagi. 
Jadi poin yang pengen aku sampaikan adalah seharusnya sebuah platform perlu memaintain usernya dan perlu juga memfilter konten-konten yang ada disana.
Sehingga hal yag seperti ini bisa dengan mudah diatasi ( tidak sampai berlarut-larut dan memancing orang untuk membuat konten tandingan. Yang beberapa diantaranya tidak memberikan solusi apapun ).
Bahkan aku pernah melihat ada seseorang youtuber yang membuat konten tandingan yang isinya hanya ngehate saja ?..

Ada sebuah opsi yang sebenarnya cukup bijak yang sebenarnya bisa dilakukan oleh platform ini. dari pihak platform sebenarnya perlu memberikan sebuah benefit tersendiri bagi kreatornya, ketika ia sudah bisa mencapai titik tertentu. 

Misal di Instagram, ketika orang sudah mempunya follower diatas 10.000 ia bisa membuat story dengan menyantumkan link keluar dengan istilah swipe up. 
atau jika anda bermain youtube, ketika anda sudah mencapai 100.000 subscriber anda akan mendapat silver play button. begitu seterusnya. nah dengan demikian akan banyak konten kreator yang akan merasa karyanya dihargai.
Sehingga dengan begitu akan lahir konten kreator yang memang benar-benar serius dengan kontennya?..  Dan menurut aku pemblokiran dari sebuah platform itu tidak akam memperbaiki mentalitas dari usernya .  
Dari hasil pengamatan aku selama beberapa hari memakai aplikasi ini, kebanyakan member hanya akan berpindan platform saja ketika tiktok diblokir oleh pemeraintah. nah berarti menurut aku langkah yang paling benar adalah si platform ini memang harus benar-benar memaintain  usernya agar membuat konten-konten yang memang layak untuk dinikmati. 


Related Posts:

0 Response to "Blokir Tiktok,Bisakah menjadi solusi ?.."

ARSIP

Playlist Youtube

Instagram

Facebook